BANJARMASIN – Electro Days 2026 membuktikan bahwa kegiatan kampus tidak lagi sekadar identik dengan ruang kelas dan laboratorium. Ribuan pengunjung memadati kawasan Taman Budaya Banjarmasin untuk menikmati perpaduan musik, teknologi, dan kreativitas mahasiswa dalam perayaan tahunan Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) Politeknik Negeri Banjarmasin, Sabtu (20/6/2026).
Mengusung tema “Satu Frekuensi, Satu Energi: Nyalakan Irama, Guncang Malam Bersama Semangat Elektro”, acara ini menjadi puncak rangkaian kegiatan HME Poliban sekaligus ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan karya dan inovasi mereka kepada masyarakat luas.
Malam puncak Electro Days menghadirkan penampilan The Gemblit, Penghibur Hura-Hura (PHH), serta Akmalz x Davy yang membawakan live set lagu-lagu LANY. Namun lebih dari sekadar konser musik, pengunjung juga disuguhkan berbagai pameran dan eksibisi teknologi hasil karya mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Poliban.
Ketua Pelaksana Electro Days 2026, Ridho Naufal, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah untuk memperkenalkan kampus sekaligus menunjukkan potensi mahasiswa kepada masyarakat.
“Melalui acara ini kami ingin mempromosikan Politeknik Negeri Banjarmasin, khususnya Jurusan Teknik Elektro, sekaligus menampilkan berbagai pameran dan eksibisi teknologi hasil karya mahasiswa,” ujarnya.
Ridho menjelaskan tema yang diangkat tahun ini selaras dengan identitas Jurusan Teknik Elektro. Sementara dari sisi visual, Electro Days 2026 mengusung konsep luar angkasa dengan dominasi warna biru dan hitam.
Persiapan acara dilakukan selama kurang lebih tiga bulan. Electro Days sendiri menjadi puncak dari rangkaian Road to E-Days yang sebelumnya menghadirkan sejumlah kegiatan seperti Gemar Ramadan, CP Interview, dan Electro Competition.
Menurut Ridho, tantangan terbesar panitia adalah menjalankan empat program kerja dalam satu rangkaian kegiatan besar. Meski demikian, antusiasme peserta dan pengunjung menjadi energi tersendiri bagi seluruh panitia.
“Silakan bergembira dan menikmati seluruh penampilan yang sudah kami siapkan, jangan lupa juga mengunjungi pameran dan eksibisi yang kami hadirkan,” katanya.
Lagu Banjar yang Belum Dirilis
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari The Gemblit. Grup yang beranggotakan Dika, Yusri, Hijrah, dan Eddy tersebut membawakan lagu berbahasa Banjar berjudul Karindangan, karya yang hingga kini belum resmi dirilis.
Bagi mereka, tampil di Electro Days menjadi momen yang menghidupkan kembali semangat bermusik yang telah terjalin sejak lama.
“Kalau secara singkat, kami ini kumpulan teman-teman lama yang sama-sama suka bermusik dan ingin kembali berkarya,” ujar mereka.
Meski formasi saat ini baru berjalan sekitar satu tahun, hubungan para personelnya telah terbangun jauh sebelumnya. Kesempatan tampil di hadapan publik dalam Electro Days menjadi pengalaman yang mengingatkan mereka pada masa-masa aktif bermusik bersama.
The Gemblit juga memperkenalkan kisah di balik lagu Karindangan yang lahir dari pengalaman personal tentang kerinduan kepada sosok ayah yang saat itu sedang menempuh pendidikan di Australia.
“Awalnya lagu ini hanya berupa melodi vokal sederhana dan lirik. Setelah bertemu teman-teman di band, lagu itu kemudian kami kembangkan bersama hingga menjadi seperti sekarang,” ungkap mereka.
Energi Penonton Jadi Sorotan
Suasana semakin meriah saat Penghibur Hura-Hura (PHH) naik ke atas panggung. Sepanjang penampilan, penonton terlihat ikut bernyanyi dan berjoget bersama mengikuti lagu-lagu yang dibawakan.
PHH mengaku terkesan dengan antusiasme penonton yang menurutnya menjadi salah satu yang paling meriah selama ia tampil di Electro Days.
“Kayaknya ini penampilan terbaik saya di sini. Kalau tidak salah sudah empat atau lima kali main di Electro Days. Tapi ini mungkin yang paling berpeluh dan paling menguras energi karena penontonnya ramai banget,” katanya.
Menurutnya, salah satu faktor yang membuat suasana begitu hidup adalah karena beberapa lagu yang dibawakannya tengah populer di berbagai platform digital, termasuk lagu no na yang banyak dikenal publik sebagai soundtrack Mobile Legends.
“Yang tadinya malu-malu, tiba-tiba ikut joget. Entah cowok atau cewek, semuanya kasih energi buat penampilan juga,” ujarnya.
Di akhir penampilannya, PHH menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengunjung yang telah hadir.
“Terima kasih buat semua yang sudah meluangkan waktu, beli tiket, dan ikut bernyanyi bersama. Karaoke tadi keren banget,” katanya.
Teknologi Jadi Daya Tarik
Bagi sebagian pengunjung, Electro Days tidak hanya menawarkan hiburan tetapi juga pengalaman edukatif melalui pameran karya mahasiswa Teknik Elektro.
Salah satunya dirasakan oleh Erischa Marsela yang mengaku tertarik mengunjungi area pameran teknologi selama acara berlangsung.
“Saya sempat mengunjungi tenda Teknik Elektro. Mereka menampilkan berbagai karya yang sudah dibuat dan dijelaskan dengan baik oleh penjaga stand. Sangat informatif,” ujarnya.
Menurut Erischa, Electro Days berhasil menghadirkan keseimbangan antara hiburan dan edukasi dalam satu ruang yang sama.
Ia juga menilai pemilihan pengisi acara sesuai dengan selera generasi muda saat ini.
“Sekarang yang sedang hype itu musik hip-dut dan penampilan DJ. Jadi menurut saya konsep acara ini sudah mengikuti perkembangan zaman dan sangat menarik,” tutupnya.***